emansipasi

happy monday bloggers…

april segera berakhir, ga terasa ya? april yang identik dengan april mop, hari bumi sedunia dan yang paling sering di’ceremonial’ kan adalah hari kartini, hari lahirnya seorang pejuang nasional wanita yang diidentikkan sebagai pahlawan emansipasi wanita.

beberapa hari yang lalu saya sempat mendengar celotehan teman baik saya yang menunjukkan betapa dia sangat anti genderisme, dia sedikit bercerita gimana dia berdiskusi sengit dengan neneknya yang notabene seorang aktivis kesetaraan gender. saya hanya mendengarkan, tak berniat membuka diskusi lebih panjang mengingat apa yang saya pahami tentang bias gender itu sedikit berbeda namun agak lemah dalam tataran konsep islam… karna saya seorang muslim maka saya berusaha memastikan nilai-nilai itu tidak bertentangan dengan keyakinan saya.

sejauh ini yang saya pahami bahwa wanita dan laki-laki itu sama dihadapan Allah, bahkan sangat jelas disebutkan dalam Al Qur’an, tidak ada perbedaan ras, suku dan etnis. manusia dinilai berdasarkan tinggi rendahnya kualitas pengabdian dan ketakwaannya kepada Allah SWT dan penghargaan yang sama juga diberikan sesuai dengan amalannya bukan pada jenis kelamin ataupun isu sara tersebut.

“Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal menngenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujurat 13)

laki-laki dan perempuan dalam Al Qur’an mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda lebih kepada wujud lahiriah perempuan dan laki-laki yang berbeda. secara lahiriah, faktor biologis kodrati perempuan dan laki-laki berbeda sehingga tentu saja ada aturan-aturan yang membedakan. jika disamakan bukan hanya rugi dipihak perempuan tapi laki-laki juga demikian. contohnya : perempuan mendapatkan hak cuti mengandung, tentu saja laki-laki tidak. contoh lainnya, jika terjadi perang atau bencana alam perempuan dan anak-anak akan diselamatkan terlebih dahulu.

persamaan mutlak antara laki-laki dan perempuan adalah konsep yang tidak masuk akal karna laki-laki dan perempuan berbeda dalam beberapa hal dan perbedaan itulah yang menjadikan keduanya saling membutuhkan dan berpasangan.

merujuk kembali kepada konsep manusia dihadapan Allah SWT adalah sama berdasarkan kualitas pengabdian, amalan atau ketakwaannya. disinilah dapat ditarik benang merah persamaan laki-laki dan perempuan. pun tujuan manusia yang diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini menuntut manusia dapat menjadi rahmatan lil alamiin. laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan dalam manfaat atau perannya menjadi rahmatan lil alamiin.

dalam islam wanita tidak diwajibkan bekerja. kewajiban menafkahi keluarga diberikan kepada laki-laki. kewajiban mengurus rumah tangga dan anak-anak adalah kewajiban perempuan. namun dalam islam pun tidak ada larangan bagi wanita untuk bekerja selama dia mampu memenuhi kewajiban utamanya. yang terpenting adalah apakah laki-laki atau perempuan sadar akan kodratnya dan bagaimana mereka berperan dan saling memberikan manfaat?

merebaknya isu kesetaraan gender sendiri berawal dari banyaknya perlakuan diskriminatif dan tindak kekerasan terhadap perempuan. isu ini pun awalnya dihembuskan dari dunia barat. banyaknya persangkaan dan fitnahan dari dunia barat tentang perlakuan islam terhadap perempuan menjadikan anggapan ajaran islam sebagai ajaran yang melegalisasi tindakan diskriminasi kepada perempuan. nauzubillah min dzalik…sungguh dangkal pemikiran orang-orang yang menilai tanpa mengkaji keindahan ajaran dalam islam. jadi ingat novel ‘kang abik’ nih…alhamdulillah, lewat karya beliau terjawab dengan indah dan menyejukkan, sedikit dari beberapa masalah berkenaan dengan wanita dalam islam.

ada petikan yang bermanfaat dari tabloid intisari yang baru saja saya browsing, bahwa makna emansipasi wanita yang sebenarnya adalah perjuangan kaum wanita demi memperoleh hak untuk memilih dan menentukan nasib sendiri. hal ini berkenaan dengan diskriminasi dan belenggu persepsi normatif dan sosio-kultural yang masih keliru dalam masyarakat. contohnya dalam hak menentukan pasangan hidup, dll.

well guys… ini sekedar sharing tetap butuh saran dan kritik yang membangun tapi dalam koridor islami. penyajian datanya pun sangat minim dari kutipan ayat Al Qur’an dan hadist jadi mohon dikritik… chao ^o^

6 Comments (+add yours?)

  1. opreker
    Apr 29, 2008 @ 14:20:50

    Wahhhhh …….
    kayaknya gw tau nech dari mana
    next time gw ikut dech nulis disini

    Reply

  2. serendipity55
    Apr 30, 2008 @ 11:24:27

    ok…dtunggu tulisannya yah…^0^

    Reply

  3. F. I. Ilyas
    May 02, 2008 @ 19:08:07

    ck ck ck…. jarang lho ada perempuan yang nulis pendapat seperti diatas… biasanya, secara membabi-buta, perempuan akan cenderung “menyerang” kaum laki-laki dengan isu-isu emansipasi, kesetaraan gender, ataupun diskriminasi gender tanpa melihat “the whole frame”…

    mudah-mudahan perempuan yang lain juga bisa berpikir seperti anda…

    Reply

  4. serendipity55
    May 05, 2008 @ 05:38:38

    it’s only ordinary thingking…^-^

    Reply

  5. Ihwan
    May 08, 2008 @ 04:05:49

    Menyimpan Jejak😉

    Reply

  6. Trackback: ayat-ayat poligami « serendipity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: