konsistensi

Happy Thursday, bloggers…

Semoga hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, karena kebaikan dan keberuntungan akan selalu ada pada orang-orang yang selalu memperbaiki diri dan selalu dinamis. Selalu ada peristiwa yang menarik yang menguji diri kita di keseharian dan dapat diambil sebagai pelajaran. 

Dua hari yang lalu, ada berita gembira dari seorang teman yang kebetulan mempunyai koneksi untuk bekerja di Jepang. Salah seorang recruitment officer-nya datang khusus dari Jepang untuk merekrut tenaga kerja ke perusahaan mereka. Dan kali ini mereka mencari tenaga kerja wanita untuk dipekerjakan di perusahaan plastik Mitsubishi. 

Sebenarnya rencana ke Jepang sudah menjadi impianku sejak kuliah… hiks100x… Temanku yang menjadi tangan kanan recruitment officer itu berani menjaminkan qualifikasiku kepada mereka meskipun aku tak bisa diwawancara langsung hanya melalui telpon, berhubung saat ini mereka berada di Makassar dan aku sedang di Samarinda. Eki, temanku itu meminta aku segera mengirimkan biodata dan foto 3×4 tanpa jilbab. Aku sempat minta dikonfirmasi lagi, apakah tidak dibolehkan memakai jilbab? dan jawabannya gak bisa… Yah, selesai deh… kalo soal ini udah harga mati (sempat sedih juga L huu..uUuu…) Lagi-lagi keyakinan yang dipertaruhkan. 

Seberapa sering keyakinan kita dipertaruhkan? Seberapa sadar kita, keyakinan ini selalu dibandingkan dengan kebutuhan, impian atau ambisi?  Hidup di dunia tak akan henti berbicara tentang kebutuhan. Kebutuhan kita akan makan, minum, bersosialisasi, pendidikan, sex, pekerjaan, dsbnya. Hal ini adalah fitrah dan harus dipenuhi. Namun bagaimanakah cara kita memenuhi kebutuhan ini? apakah dengan cara benar atau tidak benar? 

Hari ini, Wilson salah seorang siswa di center kami yang terkenal arogan dan agak vokal mendekatiku yang lagi rehat browsing email dan blog. Dia senang sekali mendengar sebentar lagi center kami akan free online internet. Saking senangnya bicaranya gak karuan sampe pada tiiiit… “bisa buka situs apa aja dunk, mam?” Aku langsung bisa nangkap maksudnya. “yup, except pornografi webs!” jawabku singkat. “Loh, itu khan pelajaran juga, mam?”… aku nanya balik “niat kamu belajar gitu buat apa? dh mo nikah?”, yang ada kamu bawaannya mupeng… ntar malah mo nyoba dipraktekkan lagi” balasku. “Kalo cewek yang ngeliat punya mereka sendiri, gimana? Apa itu juga gak boleh?” tanyanya sengit. “Tergantung niatnya apa?, sah-sah aja untuk belajar tentang sex dan segala hal yang berbau sex… intinya niatnya apa? Kalo niatannya bener yah sah-sah aja asal gak bertentangan dengan ajaran agama.” 

“Tapi itu khan bagian dari kebutuhan, mam? Kenapa sih harus nikah dulu baru bisa?” Lanjutnya berapi-api. “Iya, bener sama dengan makan dan minum… tapi semua khan pake aturan kalo gak pake aturan apa bedanya kita dengan binatang? Gak ada yang ngelarang buat ngesex cuma caranya… benar gak?” aku ga kalah sengitnya. 

“Dalam keyakinanmu itu sah gak dilakukan diluar nikah?” lanjutku. Kami berbeda keyakinan tapi aku yakin setiap agama punya norma-norma tentang hal itu. “Yah, gak boleh sih tapi khan…, duh, dah dijemput nih mam!” tergesa-gesa ia beranjak dari tempat duduknya setelah membaca sms dari ponselnya. “Ok, I’m here anytime… kapan-kapan dilanjut lagi” jawabku sambil tersenyum. 

Manusia kadang diliputi dengan keraguan jika dihadapkan dengan pilihan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk keyakinannya dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan mereka. Seringkali terjadi pertentangan antara keduanya. Keyakinan lebih bersifat abstrak, spiritual dan konsekuensi dari mempertahankan keyakinan itu kadang lebih bersifat non materi, seperti ketenangan hati dan konsistensi, sedangkan kebutuhan lebih bersifat real – saat ini, dan cenderung bersifat psikis dan materi. 

Semoga kita dijadikan orang-orang yang selalu bijak dalam memenuhi kebutuhan, penuh dengan kesabaran dalam memenuhi kebutuhan tanpa mengingkari keyakinan yang kita miliki dan tanpa mengkhianati diri kita sendiri dan keyakinan yang kita anut. Insya Allah kita akan selalu dimuliakan oleh Allah SWT dengan kekuatan keyakinan dan kesabaran dalam kebutuhan… amin…  

3 Comments (+add yours?)

  1. F. I. Ilyas
    Mar 18, 2008 @ 23:28:21

    Amin!!! Tepuk tangan dan doaku menyertaimu bu bossss!!!!

    Hmmmh… Wilson.. wilson… sini ngobrolnya sama abang aja… jangan sama mam yang itu… hihihi…

    ehh… Ellias McMunny mau launch blog baru lagi nih… kinda like to make a photoblog!!! tell u when it launched, ok? coz i c u like artistic and meaningful photographs…

    PS:tega nian mbah google memperlakukanku seperti ini, blog McMunny-ku pageranknya di-smackdown ke nol!!! maaaaaakk awasssss lo mbah gugel !!!!

    Reply

  2. serendipity55
    Mar 19, 2008 @ 10:50:38

    rese n’ norak banget seh panggil bu boss segala…penting ga seeh?!!? :p
    kalo ma si komandan boss, beliau khan asik aj…but me, sorry!

    cie3x…mang pengalaman neh soal gituan?ntar deh ku ks tau YM na ma si wilson…

    waow…photoblog?sounds cool!can’t wait to see…^o^

    so…mc munny ga bs dapet duit lg dunk…kacian…tp khan msh ada krj sampingan tuh as sopir bemo…hehehe

    Reply

  3. F. I. Ilyas
    Mar 19, 2008 @ 23:48:39

    dapet sih masih dapet… tapi buat paid reviewnya kagak laku… maaaaakk..

    supir bemo itu buat blog ngasal doang… kalo lagi suntuk, ngisi2 itu deh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: