c.a.p 24 feb

Udah hampir lewat seminggu event 3rd anniversary kantorku dirayain. Kegiatan tanggal 23-24 februari yang hampir menyerap energi tubuh dan pikiranku mendekati 99 % ini mengajarkan aku banyak hal. Bukan scope besar kecilnya dari kegiatan ini tapi rapid changing (aliran perubahan) yang harus dihadapi membuat kegiatan ini begitu penuh tantangan.

Well, mulai dari awal aja kali ya… hemm, persiapan untuk event ini sekitar 2 bulan sejak akhir Desember. Event kami bertema kompetisi olahraga dan seni. Banyak yang nanya kenapa ambil tema ntu…sampe2 Kepala Dinas Pendidikan Kota lepas tangan sama sekali ga mo kasi rekomendasi kegiatan kami padahal butuh juga tuh buat supporting rekomendasi ke sekolah-sekolah. But we stick on our aim…sebenarnya lewat event ini kita pengen masyarakat lebih aware dengan pendidikan bahasa Inggris, sekaligus aware kepada Ef English first (pastinya😉.

Kalo kemaren di ultah ke 2 sempat bikin event yang sangat berbau English, kali ini tema olahraga dan seni yang begitu umum dengan masyarakat secara umum, menjadi media untuk promosi center kami. Kebetulan juga kita punya program IbeliEF, dimana EF terpilih jadi The Official language Services in Olimpiade, Beijing 2008 plus Kalimantan Timur terpilih jadi tuan rumah PON XVII. So, we just tried to show our courage in both events as well…that’s all.

Nah, seperti tadi yang aku bilang kalo kita hadapin beberapa rapid changing…ceritanya begono…si tono ups soloh yo…duh, waluh deh…hehehe don’t take serious…J

Di event ini kita melibatkan banyak asosiasi lainnya seperti referee (wasit) futsal dari Pssi dan juri untuk modern dance dan drawing competition, selain menghindari terjadinya keributan dalam penilaian juga untuk kredibilitas event ini sendiri. Untuk wasit futsal awalnya kita minta rekomendasi dari Pssi pengda, tapi harga total untuk 32 games ga maen2… 20 juta cing! gila, yang bener aja cuman buat futsal doang…mariki di…mundur deh, sempat shocked juga sih.

Akhirnya coba pedekate ma Pssi pengcab, whussh…ada angin segar, kita cuma bayar 2,8 jt doang untuk 32 games plus 2 exhibition games untuk corporate. Tapi sebelumnya kami dah dapat info kalo di Pssi pencab agak berbau politis karna kebanyakan mereka terlibat di organisasi Knpi, Pemuda Pancasila,dll. Kirain itu ga bakal ngefek dengan event kami, ternyata,,, ntar dipending dulu ya…

Setelah Pssi pengda yang agak menyulitkan. Januari pertengahan masuk event organizer yang pengen sumbangsih dikegiatan kami dengan cara yang agak licik. Mereka ngaku dah ngeblock gedung centro futsal pada tanggal 23 februari (satu2nya gelanggang indoor futsal di samarinda) di hari yang sama dengan kegiatan kami, katanya mereka dah punya hitam diatas putih dengan pihak centro. Dengan sedikit negative thingking ma pihak centro kita datangin mereka dan ternyata itu gertakan sambal eo itu..aaarrrghh, kena deh…mereka emang punya kegiatan liga futsal di tempat itu tapi waktunya dah diplot berbeda. Hampir aja, tegang urat leher ma operasional manager na… Well, eo itu merasa tau banyak dengan kegiatan futsal dan merasa akan banyak membantu kami plus dengan cara-cara yang menyakinkan bahwa kami membutuhkan mereka, Ita, staf marketing plus sekretaris kegiatan yang ditunjuk merasa terhina banget coz dia dah arrange banyak hal dan merasa everything is under controlled kok… Yah, akhirnya mereka mundur teratur karna kesepakatan2 yang kami buat ga bisa membuat mereka dapet duit banyak dari kegiatan ini.

And then… perasaaan bahwa everything is under controlled itu datang menguji. Awal Februari, 3 minggu sebelum kegiatan… Pemuda Pancasila datang membawa another shocking news, mereka akan mengadakan kegiatan Gerak jalan santai dengan peserta 10.000 ribu massa ditempat pelaksanaan final kompetisi futsal di Lap. Parkir GOR Segiri di hari yang sama. Awalnya kami menolak tapi mengingat tujuan kegiatan kami untuk awareness public akhirnya kami terima mereka gabung dengan catatan waktu mereka hanya dari jam 6 sampe jam 10 pagi harus selesai dan mereka bersedia menanggung biaya panggung dan soundsystem untuk kegiatan. Dengan perjanjian kerjasama yang jelas dan ditembuskan kepada Ketua DPRD Kaltim dan Poltabes. Yup, semua kelihatan well prepared… sampai pada saat datang bad shocking news lainnya…. Ketua DPRD Kaltim yang juga sebagai Ketua Tim Pelaksana Pilkada dari Partai Golkar meminta kami mengundurkan atau memajukan tanggal kegiatan kami karna mereka akan mengadakan konvensi Golkar…huuhuhu…hiks3x…ampunnnn dj! Sisa 4 hari lagi kegiatan kami dan kami harus mengubah waktu dan tempat kegiatan…dasar tiiit…aaakhhh…diiit! astaghfirullah… Kalo saja Ketua DPRD ga ikut andil memberi sumbangsih di kegiatan kami sebelumnya mungkin kita ga akan mo ngalah untuk tempat itu.

Anyway, sebenarnya saat itu bisa saja memutuskan untuk pending kegiatan kami tapi mengingat persiapan pilkada dan PON XVII yang sudah dekat, otomotis akan banyak berpengaruh pada kondusif tidaknya waktu yang akan kami pilih kemudian, ditambah tempat2 yang representative untuk kegiatan dah full booking. Akhirnya kita tetap bertahan di waktu yang sama ditempat yang berbeda. Dengan bantuan Pemuda Pancasila dan back up dari Ketua DPRD, kegiatan kami dipindahkan ke Lap. Panjat Tebing outdoor di Tepian Mahakam. Tempat ini lumayan jauh tapi letaknya cukup strategis karna terletak di tepi Sungai Mahakam dan di depan jalan raya.Kegiatan kami berlangsung 2 hari, hari pertama semuanya berjalan lancar. 28 partai pertandingan digelar dengan system gugur. Di hari ke-2, puncak dari kegiatan kami… byuurrrr…hujan turun smoothly but took times. Meskipun sebelumnya kami udah hire seorang pawang hujan, hari itu non sense dengan mereka… Allah SWT berkehendak lain, seluruh langit kota Samarinda diselimuti awan hitam…kata mereka ga ada jalan buat memindahkan awan hitam itu. Panggung, tenda, dan seisinya semuanya basah kuyup…miris banget melihat semuanya jadi berantakan setelah semalaman sampe jam 4 shubuh di setting, hanya dengan sekali tiupan saja…wussh…la hawla wa laa quwata illah billah.

Peserta partai final futsal udah mulai gelisah melihat cuaca yang ga bersahabat, mereka meminta kami memindahkan tempat kegiatan. Aku mencoba menghubungi operasional manager centro futsal tapi mereka dah full booked sejak 2 minggu yang lalu. Setelah berunding dengan wasit dan dengan beberapa pertimbangan kami pending final futsal tersebut dan dipindahkan ke centro futsal keesokan harinya jam 12 siang. Tapi mereka protes dan mengatakan mereka tidak bisa karna sebagian dari mereka harus kerja dan juga sekolah. Akhirnya kami mencoba memberikan pengertian bahwa ini adalah force majeur dan mereka harus mengerti. Para wasit pun ikut mendukung kami bersikeras dan memberikan pilihan mengikuti jadwal yang kami tentukan atau tetap main di hari itu juga dengan keadaan hujan-hujanan.Yup, hari itu juga pertandingan final futsal diadakan…hore, hujan-hujanan…J

Other case, modern dance competition yang seharusnya diadakan di tempat tersebut mengalami kendala karna kondisi alat dan soundsystem yang basah bisa menyebabkan korslet dan akan sangat berbahaya sehingga kami membatalkannya. Namun sayangnya, koordinasi yang lambat dari salah satu anggota tim kami yang khusus menangani modern dance, telat memberikan konfirmasi kepada salah satu tim modern dance… jam 3 teng setelah kegiatan final futsal kami selesaikan. Tre..dheengg… 2 tim modern dance yang disponsori oleh satu manajemen datang… dengan pakaian dan dandanan yang lengkap. Manajernya seorang ibu dengan perawakan gemuk, pendek, dan wajah yang tidak bersahabat…hiiiih… padahal baru saja aku mo ninggalin lapangan itu, baru saja genset diangkat ke mobil dan akan diangkut pulang, dan baru saja hadiah dan segala atribut panggung dibersihkan… lewat 10 menit aja mungkin dia akan melihat tempat itu kosong melompong.

Melihat situasi yang diselimuti awan hitam menutupi aura tempat itu seketika, aku serasa ‘pause’, temen2 yang lain dah membelalakkan mata dan meneguk lidah mereka. Langsung aja aku datang mendekati mereka, berbicara dengan suara sebijak dan selembut mungkin memberikan mereka pengertian. “Tau ga saya harus membayar 200 ribu dari tiap anak ini untuk didandani, hitung aja berapa pengeluaran kami” sahut Ibu itu. “Kami mengerti bu, mohon maaf, kami mau menyelesaikan semuanya dengan damai, (piss!) hehehe… besok ibu datang aja ke kantor kami, nanti kita selesaikan semuanya” jawabku. Satu dari mereka nambahin, “paling ngga kegiatannya tetap dilaksanakan hari ini, kasihan anak-anak ini mereka dah dandan dan jauh2 dari tenggarong (jarak tenggarong – samarinda sekitar 1 jam). Wah, soal yang ini aku juga jadi terharu…akhirnya, dengan meminta waktu 5 menit, aku dan tim berunding dan…Tre..dheengg… baiklah bu, ur wish is my command, ceileh…kayak di film2 aja…hehehe..

Kami sepakat mengadakan modern dance competition jam 8 malam selepas isya, mengingat Lapangan panjat tebing tersebut dekat dengan masjid. Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya… panggung, tenda, soundsystem kembali disetting. Semua tim dancer ditelpon kembali. Para pemenang futsal dan drawing competition (kebetulan drawing competition na diadakan di kantor – jadi aman aja) untuk kumpul di waktu yang sama, sekaligus penyerahan hadiah. Alhamdulillah sore hari sampai malam harinya cuacanya bersahabat, meski sesekali satu dua titik gerimis menyapa tapi mereka cuman numpang lewat aja…fiuh…itupun juga dibantu beberapa syarat yang harus kami lakukan agar Allah SWT berkenan memindahkan awan hitam dan hujanNya.

Capeknya ga ketulungan…asli deh, tapi aku salut ma tim kami…semangat yang luar biasa, man! Kegiatan kami selesai dengan baik pukul 10.30 malam…bongkar-bongkar atribut panggung, dll sampe jam 12, selanjutnya kami serahkan ma para owner panggung, soundsystem dan tenda…Meskipun ada beberapa agenda yang tidak tercapai di event ini, seperti futsal exhibition dengan beberapa corporate seperti United Traktor, Total Bangun Persada dan Trakindo tapi yang terpenting adalah kami menyelesaikan semuanya dengan penuh semangat. Ada beberapa target internal maupun eksternal yang belum dicapai seperti kurangnya koordinasi internal akibat perubahan2 yang menuntut konsen lebih, failure public awareness di tempat yang sebelumnya telah dipublikasikan, dsb…

Well, at last I would like to thank to Allah SWT to keep us strong face the challenges. And also thanks to the team…keep it up, guys! J

8 Comments (+add yours?)

  1. serendipity55
    Mar 05, 2008 @ 05:55:08

    thanks to Arya yang mau dengar keluh kesah selama kegiatan kemarin… u’re the best listener…

    Reply

  2. F. I. Ilyas
    Mar 19, 2008 @ 00:23:20

    hmmmm…

    Reply

  3. Aad
    Feb 22, 2010 @ 06:53:43

    wow this is exciting story,,anniversary ef samarinda

    Reply

  4. opreker
    Feb 25, 2010 @ 20:02:40

    heemm ……….. did I ???

    Reply

  5. opreker
    Feb 25, 2010 @ 20:04:02

    wow this is exciting story,,anniversary ef samarinda –> did it …… (hehehehehehhe)

    Reply

  6. serendipity55
    Feb 27, 2010 @ 03:59:34

    @Aad : tengs dh mampir…hope, next futsal competition will be better than before ^_^

    @opreker : wah, kenal Arya yak? kekeke…was he? hmmm, guess so…he’s a good friend ^_^

    Reply

  7. opreker
    Feb 27, 2010 @ 06:09:48

    arya yg anak mana ????? yg gw kenal sech … he’s not a good friend for me …….

    Reply

  8. serendipity55
    Mar 01, 2010 @ 03:44:25

    it means urself is ur real enemy…smg cepat akur deh😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: