habit # time

Pagi ini aku bangun lebih awal. Bukan karna rutinitasku, bukan karna agenda yang harus ku kerjakan tapi aku mau merusak pola habit yang aku pertahankan beberapa bulan terakhir. Setelah bulan puasa aku sering bangun kesiangan neeh…

Habit bukan rokok, minuman keras atau narkoba tapi habit yang bisa membuat benda-benda tak berarti itu jadi musuh besar kita.

Sebenarnya habit pada awalnya lebih kepada aktivitas yang menurut pribadi kita lebih nyaman atau bermanfaat dilakukan daripada melakukan sesuatu aktivitas yang lain, misalnya seseorang akan lebih memilih nonton gosip selebritis daripada nonton discovery channel (ini dari konteks nyaman dicerna pikiran). Tapi sebagian orang yang membentuk kebiasaan dari konsep manfaat, mungkin akan memilih membaca buku atau nonton tv yang syarat akan pengetahuan.

Habit atau kebiasaan terbentuk atas willingness baik individual atau secara berkelompok. Ada habit yang negative dan ada pula habit yang positif. Manusia cenderung tak menyadari bahwa habit itu sangat tergantung dari pilihan hidup yang ingin mereka jalani.

Dua tahun lalu sebelum aku kerja di EF, ingat banget… waktu itu setelah kerja di Marbella Apartment lalu di Delta FM sebagai marketing, aku juga nyambi gabung di MLM trus jualan clothing ma aksesoris. Mungkin sebagian orang akan mencibir atau give up menggeluti dunia marketing tapi aku tidak, aku belajar banyak tentang life skill di sana. Bagaimana merancang impian, bagaimana mencapai target, bagaimana mempertahankan semangat, bagaimana menghadapi orang dengan bermacam-macam karakter dan bagaimana bersikap pada hal-hal yang tidak disukai atau tidak diinginkan terjadi. Termasuk belajar merubah kebiasaan-kebiasaan burukku menjadi kebiasaan yang lebih bermanfaat.

Aku menjadi sadar hidup ini mempunyai banyak stage yang harus dilalui dan aku berusaha untuk selalu mengingatkan diriku “don’t stay and waste ur time in a stage”. Setiap level mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda, apakah kita menyadarinya (dalam alam bawah sadar)? Apakah kita bersedia melewati setiap level dengan sikap terbaik? Apakah setiap level yang kita lewati mendekatkan kita pada tujuan hidup kita?

Manusia hidup memang cenderung membutuhkan hal yang variatif tapi sadarkah kita akan keseharian kita? Adakah manfaat dari hal-hal yang kita lakukan? Adakah tujuan dari setiap aktivitas kita. Hampir setiap orang mempunyai tujuan dalam hidup mereka tapi tidak menyadari apakah setiap kesehariannya mendekati tujuan tersebut? Hati-hati terjebak dalam ‘bad habit’ karna itu punya pengaruh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Beberapa buku yang aku baca tentang business idea, motivasi dan spiritual, semuanya banyak membicarakan tentang habit, khususnya tentang ‘how to get out from our bad habit’.

Kita tahu bad habit banyak menghabiskan waktu bahkan tenaga dan ‘fulus’, yup, itu kalau bad habit kamu need spend money to fulfill it. Btw, bukankah time is money as well? Parahnya, kita kadang sadar akan kebiasaan buruk itu tapi seakan tak berdaya. Sebut saja si Beddu, dia tau kalo dia boros dalam hal keuangan. Tiap bulan kerjanya cuma gali lobang tutup lobang padahal gajinya lebih dari cukup. Kalo dia dinasehati, jawabannya ‘sussah na kawe hemat, da bisa ka’ karna kalo liat ka’ barang bagus di mall pasti moka bli’…plis deh Beddu, loe cowok ato cewek..hehehe…

Hemm, dari konteks kalimat Beddu aja bisa ketauan pacaran lagi eh itu mah lagu… maksud na ketauan kalo dia dah mengklaim dan coba pertahankan bad habit itu, yup, it is his comfort zone…

Banyak orang yang punya keinginan berubah dari kebiasaan buruk atau comfort zone mereka tapi tidak siap dengan perubahan yang harus mereka hadapi. Tentu saja sebab lawan dari comfort zone adalah uncomfort zone. Berada di uncomfort zone terasa lebih keras, butuh konsistensi, persistens, asal jangan penetrasi…hihihi..

Keluar dari bad habit tentunya harus punya alasan yang kuat, hal ini hampir sama dengan pola merancang impian, tak hanya tujuan tapi alasan mengapa tujuan itu ingin dicapai. Keterlibatan alasan secara emosional dan spiritual akan sangat membantu untuk bisa persisten kepada tujuan.

Norman Peale lebih praktis menyatakan kebiasaan baru dapat terbentuk setelah 41 hari dilakukan. Aku pernah coba dan “It works for myself”…

 By the way, anyway, busway…I just tried to share what I’ve learned but doesn’t mean that I don’t have any bad habit anymore coz if I do that’s one of my bad habit..hehehe..the important thing is realizing that we do have and try to change and be a better man

4 Comments (+add yours?)

  1. opreker
    Dec 22, 2007 @ 04:17:23

    Ehemmm ……
    Gw baca, gw mengkerut (serius oiii), gw tersenyum, gw tertawa (beddu yach ? hehehhehe ‘n penetrasi ? uhummm …… kalo penetrasi pasar gimana ? kekekekeke).
    “bad habbit”, as you know me Nin, I have my own way get rid of it “Stop!!!” and as I’ve been tried, it stop (ahh jadi terkesan narsis hehehehhe), but I like simple things🙂

    Nice posting as always you did before

    Reply

  2. serendipity55
    Dec 24, 2007 @ 09:54:56

    thanks for all da comments.
    keep analyze and critize my blog, ok? don’t give much nice words coz it makes my head bigger and i don’t like it. i will look bad with a big head…he3x ^-^

    Reply

  3. Franky Sirait
    Feb 13, 2008 @ 09:11:17

    ada gk ,,,,masalah dan solusi yang dihadapi oleh si punya bad habitts…..kalau ada informasi kan y….alamat email ….Franky_cuexxx@yahoo.co.id….thanks

    Reply

  4. serendipity55
    Feb 15, 2008 @ 04:37:47

    @franky,

    habit awalnya dari pola pikir atau hal-hal yang kita yakini. try to explore urself and introspection which beliefs u have to repair or change to get a better life…this may be usefull…http://adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=64

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: