krisis

wahai hamba dalam selimut bersembunyi di pikuk kota

meresah…

tuhan berdendang kecil di serambi… 

saat bulan terhalau awan

pendarnya menyisakan cahaya yang nyaris mati

hamba haus…setitik airpun cukup

tapi lampu mati, gelap…                                                                   

juli 2003

4 Comments (+add yours?)

  1. Fajrin
    Dec 19, 2007 @ 14:05:36

    wwataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

    Reply

  2. Fajrin
    Dec 19, 2007 @ 14:08:32

    sa pasti bakal takut liat tuhan berdendang kecil di serambi… karena setahu saya.. tuhan tidak berdendang…
    🙂

    Reply

  3. serendipity55
    Dec 21, 2007 @ 09:23:57

    tengkyu 4 d comments..
    baiklah, untuk lebih jelasnya aku cerita dikit background puisi ini. begini ceritanya, alkisah (halahhh..)
    gini lho, waktu itu lagi susah air ma krisis listrik di manado, pas kmrin lg kul disana. bayangin, buat masak air aja susah banget apalagi mo mandi…
    tuhan yang aku maksud disini, hati kecil kita yang menangis hadapi penderitaan itu…ceileh, sedih tuuhhh…
    moreover, bukankah tuhan bersama orang2 yang menghadapi kesulitan dan hanya Dia yang bisa memberikan kekuatan,kesabaran dan ketabahan… ^-^

    Reply

  4. opreker
    Dec 22, 2007 @ 05:51:08

    hem ….. nice reply hehehheehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: