ambigu

hal yang wajar bagi manusia untuk memberikan persepsi, makna dan feed back yang berbeda dalam setiap peristiwa dalam hidup ini. berbeda latar belakang, pengetahuan, pengalaman dan lingkungan sosial merupakan hal-hal yang dominan dalam membentuk pemikiran seseorang.akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh media cetak maupun elektronik tentang kasus narkoba yang menimpa artis era tahun 70-an roy marten. ironisnya ia tertangkap setelah memberikan penyuluhan tentang narkotika bersama badan narkotika nasional.

ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari kasus bung roy ini. pertama, bahwa orang-orang yang telah mendapat ganjaran dari kasus narkoba, belum tentu dapat berhenti total. yang kedua, orang terdekat dalam hal ini istrinya memberikan support moril bahwa tidak akan meninggalkan roy karna kasus yang telah menyebabkannya menjadi penghuni penjara selama 2 kali.bagaimana dengan pandangan masyarakat? masyarakat umum menilai roy marten tidak kapok-kapok bergaul dengan barang haram itu. para ibu-ibu juga beranggapan bahwa roy marten orang yang beruntung karna istrinya masih dapat menerimanya. sebatas itulah mereka melihat permasalahan ini.

narkoba bukan hal yang baru lagi, meskipun demikian hal ini masih menjadi momok besar bagi bangsa ini. giatnya pemerintah mengadakan gerakan anti narkoba demi menyelamatkan generasi kita terus digalakkan. namun tetap saja masalah ini tetap menjamur, mati satu tumbuh seribu. mengapa? karna masalah ini tidak disentuh hingga ke akarnya. masalah narkoba bukan sekedar karna banyaknya beredar barang haram itu. masalah narkoba hanya dampak dari ambigunya bangsa ini menyikapi masalah-masalah social di negara ini.

orang-orang yang terlibat narkoba disebabkan beberapa hal atau salah satu dari hal di bawah ini :

  1. sebagai pelarian dari masalah
  2. tidak tahu bahaya narkoba
  3. akibat terpengaruh pergaulan
  4. sebagai mata pencaharian
  5. kurangnya pondasi agama dalam kehidupan

ada baiknya penyebab-penyebab tersebut kita bahas satu persatu. yang pertama, narkoba sebagai pelarian dari masalah. sebagian besar masalah yang dihadapi berawal dari keluarga. keluarga yang tidak harmonis, tidak menghargai satu sama lain dan keluarga yang kurang berkomunikasi merupakan penyebab timbulnya masalah. keluarga bukan lagi tempat untuk saling berbagi dan saling meringankan masalah-masalah yang dihadapi anggota keluarganya. rumah bukan lagi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain. sehingga masalah hidup bagi tiap anggota keluarga begitu berat. dan untuk meringankan beban hidup yang mereka hadapi, mereka memakai narkoba. tentu saja itulah yang telah dijanjikan para sales narkoba untuk menjebak pasien mereka.

kedua, ketidak tahuan akan bahaya narkoba, mungkin terdengar klise bagi kita tapi realitasnya 55 persen orang terjebak dalam narkoba karna kurangnya informasi tentang barang haram ini. dengan dalih coba-coba pun jadi nyawa taruhannya. image yang dibangun untuk barang haram ini dan kekurangan informasi akan bahaya narkoba membuat para usernya pun yakin bahwa “barang ini” bermanfaat bagi mereka. bahkan roy marten pun mengatakan narkoba jenis sabu-sabu yang digunakannya untuk menjaga stamina kerjanya. fiuh…image itu sangat berbahaya.

penyebab yang ketiga, akibat terpengaruh pergaulan. banyak orang yang mengenal narkoba dari teman mereka atau teman punya teman. narkoba tak sulit ditemukan khususnya di tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik atau nite café. tempat ini menjadi tempat bertemunya pembeli dan penjual barang haram ini, tak heran tempat-tempat tersebut menjadi bulan-bulanan patroli gerakan anti narkoba. hal ini tetap ironis karna tempat-tempat itu toh memperdagangkan minuman keras yang notabene dilarang keras oleh agama dan hukum serta jelas menjadi teman dekat dari narkoba. hemm, keambiguan ini jelas menjadi jalan keraguan bagi orang-orang awam untuk memahami sebenarnya apa yang salah dengan narkoba.

alasan yang keempat, narkoba sebagai mata pencaharian. sering diberitakan di media, seorang pemuda bahkan ibu-ibu tertangkap karna menjual narkoba. banyaknya pengangguran dan kurangnya lahan pekerjaan menjadikan bisnis narkoba sebagai pekerjaan. desakan hidup dan kekosongan yang mereka jalani sehari-hari membuat mereka menghalalkan segala cara untuk mencari nafkah mencukupi kebutuhan sehari-hari. dengan dalih yang sangat manusiawi, mereka hidup dengan berdagang narkoba. namun yang perlu diberantas bukan hanya sales narkoba kecil-kecilan ini tapi jaringan yang membuat barang ini begitu mudah beredar di negara kita. mereka mempunyai visi yang lebih dari sekedar menjadikan narkoba sebagai lahan bisnis tapi sebagai alat untuk menghancurkan bangsa ini. keempat penyebab diatas sebenarnya tidak dapat mempengaruhi seseorang untuk terjerumus ke dunia narkoba seandainya ia mempunyai “nilai-nilai agama yang kuat” sehingga ia akan berani mengatakan tidak untuk drugs dan menjauhi segala hal negative yang dekat dengan label haram misalnya, minuman keras, sex bebas, dan lain-lain. dimanakah kita harus mulai mencegah dan melindungi bangsa ini dari narkoba?

langkah terbaik adalah dimulai dari keluarga. bangunlah komunikasi dengan anggota keluarga, ciptakan rasa nyaman bersama keluarga, saling berbagi, berikan pondasi agama yang kuat, dan memberikan pengetahuan tentang hal-hal yang baru yang perlu mereka ketahui dan jauhi khususnya tentang sex bebas dan narkoba. hal ini pun harus sejalan dengan gerakan pemerintah dalam membongkar sindikat perdagangan narkoba dan menyembuhkan orang-orang yang pernah terlibat dengan narkoba karna hal- hal tersebut merupakan lingkaran setan. mereka seperti virus yang terus berjangkit dan butuh perhatian khusus. penanganan dan pendekatan untuk menyembuhkan para pemakai narkoba pun tak semudah yang kita bayangkan sehingga perlu mendapat perhatian yang lebih intensif dari berbagai pihak khususnya keluarga dan badan anti narkoba. memang benar dikatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. namun, bukan berarti orang-orang yang telah terlibat narkoba tidak dapat disembuhkan, mereka dapat disembuhkan asalkan kita bersedia membantu mereka sadar dan kembali dalam kehidupan yang normal.

3 Comments (+add yours?)

  1. Kantung_kotoran
    Dec 09, 2008 @ 02:52:58

    hukum sekuler terbukti gagal.

    bandar narkoba malah disekolahkan di LP bukannya dihukum.

    hanya hukum Islam yang dapat memperbaiki moral bangsa.

    Reply

  2. Kantung_kotoran
    Dec 09, 2008 @ 02:54:00

    lihat situs berikut:
    http://granat.or.id/

    Reply

  3. serendipity55
    Dec 09, 2008 @ 03:53:06

    yupz, bener banget tungtor!(binun, mo panggil kantung ato kotoran, pfuh!)….hanya kembali ke agama, harus memperbaiki pondasi lagi…homework buat bangsa ini…

    thanks info situsnya…btw, kok Granat ga ada “gaungnya” di Kal-tim…program tanpa realisasi, khan nonsens! rehab buat para ex-user narkoba aja belum berjalan optimal di samarinda…para ex-user yang ga dirangkul dan diberdayakan, sama aja…bisa jadi penyakit lagi…

    await for ur action…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: