salam penuh syukur atas limpahan rahmat Allah SWT yang tak terputus kepada hamba-Nya dan sholawat kepada junjungan Rasulullah SAW…
beberapa minggu yang lalu, dalam momen peringatan hari Kartini sebuah stasiun TV menyajikan biografi ibu Kartini dengan sangat personal tentang kehidupannya serta pandangannya pada perilaku sistem politik, budaya, agama dan sosial terhadap perempuan saat itu. tersirat bahwa agama dan budaya sangat berperan kuat dalam ke”marginal”an perempuan. Kartini juga menceritakan kepasrahannya ketika dia dinikahkan dengan seorang laki-laki pilihan orangtuanya dan dijadikan istri ke-4 pada saat itu.
gerakan emansipasi saat ini terus menyuarakan kesetaraan gender. sisi baik yang berkembang adalah bahwa wanita semakin sadar peran sertanya dalam pembangunan (domestik maupun publik) juga sangat penting. sisi buruknya gerakan emansipasi tanpa landasan pemikiran yang kuat akan bertolak belakang dengan nilai-nilai agama, bahkan kesalahan konteks dalam pemahaman tentang kesetaraan itu sendiri carut marut karna melawan fitrahnya sendiri. gerakan emansipasi kemudian menyalahkan agama yang mempunyai andil dalam sistem ketidakadilan hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan.
kontroversial tentang praktek poligami yang diperbolehkan dalam islam adalah salah satu propaganda dari para pejuang feminisme. bahkan tidak sedikit umat muslimin dan mayoritas muslimat yang menolak implementasi poligami.
kebenaran diperbolehkannya poligami tersurat dalam kitab suci Al Qur’an dan hal tersebut telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW. lalu dimanakah letak kesalahannya? bagaimanakah kita memahami ayat-ayat yang berkenaan dengan poligami? benarkah poligami sebagai jalan untuk mengumbar syahwat?
(more…)