April 2009


sekedar sharing artikel Om Adi…what a great analysis of emotion. like it so much!

Hari Jumat kemarin saya memberikan seminar di Purwokerto mulai siang hingga sore hari. Selesai seminar kami berempat, saya , istri saya Stephanie, Bu Ely Susanti, dan Bapak Prasetyo Erlimus melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta karena besoknya, hari Sabtu, saya memberikan seminar di Univesitas Gajah Mada.

Dalam perjalanan kami berempat mendiskusikan banyak hal. Salah satunya adalah tentang pentingnya kita melepaskan, atau kalau dalam bahasa terapi “release”, berbagai emosi negatif. Yang menjadi pertanyaan adalah, “Bagaimana kita tahu jika kita telah benar-benar melepas emosi negatif itu?” atau “Bagaimana caranya untuk bisa melepas emosi negatif itu selamanya?”

Satu contoh. Misalnya seorang kawan dekat menipu kita ratusan juta rupiah. Apa yang harus kita lakukan?
(more…)

nice writing…just copas :-)

Hidup penuh dengan jejak kaki. Demikian sejarah pernah bertutur pada manusia. Sayangnya, logika dan kata-kata manusia tidak dan tidak akan pernah bisa memotret jejak-jejak kaki tadi sebagaimana adanya. Logika dan kata-kata, di satu sisi memang jembatannya pemahaman, di lain sisi ia juga suka memperkosa. Karena pemerkosaan jenis terakhir inilah, kemudian pengetahuan manusia manapun jadi tidak sempurna. Di tangan manusia-manusia yang digiring kepintaran, ketidaksempurnaan terakhir kemudian menjadi bahan wacana. Ada juga yang membuatnya sebagai sarana tawar menawar kepentingan, alat untuk melakukan penyerangan, bahan-bahan untuk memamerkan kehebatan. Ada yang bertanya, tidakkah ini hanya bunga-bunga kehidupan yang membuat semuanya jadi kaya warna?

Di tangan manusia-manusia bijaksana nasib ketidaksempurnaan pengetahuan manusia lain lagi. Bagi mereka, ketidaksempurnaan ada untuk mengajarkan kesempurnaan pada manusia. Ada juga yang menyebutkan, kalau hidup ditujukan justru untuk melengkapi sisi-sisi pemahaman yang belum sempurna. Bagi pejalan-pejalan kaki di jalan jiwa lain lagi. Ketidaksempurnaan ada untuk menjadi lahan-lahan latihan jiwa. Bukankah setelah tertabrak berbagai karang kehidupan, jatuh dalam banyak jurang kehidupan, kemudian jiwa bisa pulang dengan tenang?
(more…)

happy weekend, pal…
i found a quote from my friend which i agreed, she said : “some people might say life sucks or life is full of shit,while other people say life is beautiful, life is full of surprises or life is cruel, i agree with all those…. life is whatever you think of it and everything you think of it”…

this early april…feel so soon, and i think i step so slow, but i’m learning to always thanks to Allah SWT for what i have now.

getting thirty doesn’t mean have to worry about what am i for me (thanks Ya Rabb for giving me answer to every question i have…), it’s more focus on what i do today for mankind (my religion, my family, etc)

many things are changing, even the universe with its climate change’s issue… infact, we have role for the change but we always think (conscious) it’s outside of us.

Talking about changing…sometimes, we want to change our life but we’re realizing how many efforts we tried, how many words we used for praying…we’re not going anywhere. the case, it’s about our life. Morris Alder wisely said “Our prayers are answered not when we are given what we ask but when we are challenged to be what we can be”…
(more…)

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya…
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai…

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun
kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya…

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya serta orang yang begitu perhatian pada saya….

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau
dipisahkan oleh jarak yang jauh.
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…
(more…)