March 2009


This is a cut paste of Oprah and Eckhart Tolle’s conversation about realizing your aware space in presence as define who you really are…hmmm, i’m actually still try to comprehend, meanwhile waiting for the book “A new earth” will be launched in Indonesia…just learning…

Prologue by Oprah : Eight years ago, my friend Meg Ryan told me about The Power of Now: A Guide to Spiritual Enlightenment by Eckhart Tolle. It’s one of the most transformative books I’ve ever read; I keep a copy with me wherever I go, flipping through its highlighted pages time and time again. For anyone seeking to lead a more connected, vibrant life, The Power of Now is essential reading, and Eckhart’s follow-up books—Stillness Speaks and A New Earth—explain the core principle that has resonated so deeply with me and thousands of others: The only moment we ever really have is this one. Happiness isn’t in the future or the past, but in mindful awareness of the present.
(more…)

kau surga hatiku di hidup dan matiku

setiap hela nafasku adalah cintamu

kau sempurna menutupi kelemahanku

dan kau selalu hadir menguatkanku

kau tak pernah ingkar meski kadang aku khianat

 

isfahangraphic159.jpg

aku mau kau berkuasa dalam diriku

menuntunku selalu berada di jalanmu

cukup bagiku engkau…

karna aku adalah setitik dari kemurahan hatimu

karna kau tanpa pamrih…

I’m manual toning my hair while staring at transparent roof in front of my room at my boarding home that sunshine could be seen, this called “melamun”. It’s not a holiday but I have to stay for a couple days at home to tolerate the pain of injures on half of my body, meantime waiting it’s recovering itself…not so bad but indeed sometimes “nyut-nyut” or better called it “perih se-x”..hehehe, dun read on simple way, ok!
(more…)

Dari milis tetangga……….. :-)

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :
“Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”
(more…)

“Awas, bahaya Adji…jalannya hati-hati!”. Ungkapan hati-hati seringkali digunakan untuk memberi tanda “waspada” pada suatu hal yang tidak ingin terjadi…anehnya, mengapa harus pake kata “hati”? kenapa ga pake kata “pikir-pikir”? bukannya proses bertindak cenderung menggunakan logika?

Lain halnya lagi dengan kata “aku mencintaimu sepenuh hati” (weits, ungkapan baheula…kiri pak!)…kalo di English khan “I love you with all of my heart”…nah, ini lebih rancu lagi, bukannya heart = jantung? Seharusnya interpretasinya: “I love you with all of my liver” dunk…hehehe…
Kadang juga “hati” disamakan dengan jantung, misalnya menggunakan ungkapan “hatiku berdebar-debar”, bukannya jantung yang berdebar-debar?
(more…)