di arasy, kemahatololanku bersemayam…
kecuali engkau izinkan,
mi’raj malamku bersama syafa’at kekasihmu…
sungguh engkau wujud wahid hakiki yang haq dalam anasir-anasirku,
esensiku yang terbelah dalam konsep dan eksisitensi
diantara gabungan rasional, realitas dan ukuran…