Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Muhammad Saw, ‘ Ya Rasulullah, kepada siapakah kami harus berbakti?’. ‘Ibumu’ jawab Rasulullah. Lalu kepada siapakah kami berbakti? ‘Ibumu’ jawab Rasulullah. Masih dengan pertanyaan yang sama, Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama pula hingga tiga kalinya. Kemudian sahabat bertanya ke-empat kalinya, barulah rasulullah menjawab ‘ayahmu’.

Kita sudah terbiasa mendengar kata-kata ‘surga di bawah telapak kaki ibu’ tapi benarkah kita benar-benar telah berbakti kepada ibu. Ibu, kadang diri ini terlalu egois untuk mengatakan betapa berartinya ibu dalam kehidupanku.

 

Kadang aku kurang berterima kasih atas jerih payah yang kau lakukan. Terlalu terbiasa dengan perhatian dan mengeneralisasi itu adalah tugas seorang ibu. Ibu, kau selalu kuat dan tanggguh menghadapi cobaan hidup ini. Kesabaran dan kelembutanmu menyejukkan ku. Ibu, maafkan jika aku kurang mengerti tentang dirimu, karna masa-masa yang berat kau lalui membuatmu kadang terlalu keras kepadaku. Aku memaafkanmu, Ibu… maafkan aku juga.

Ibu, maafkan aku yang belum bisa berbuat banyak untukmu. Terima kasih karna ibu telah bersusah payah mengandungku, menyapihku, dan membesarkanku… terima kasih atas setiap setiap tetes keringat dan air matamu. Terima kasih atas setiap harapan dan doamu.  Ya Allah panjang umurkanlah orangtua ku agar aku bisa berbakti dan membahagiakan mereka. Saat mereka hidup adalah kesempatan bagi ku untuk membuat mereka berbahagia meskipun semua itu tak bisa membalas kebaikan mereka kepadaku. I love you, Mom