Posted by serendipity55 under
bussiness [2] Comments
Rasulullah Saw berkata kepada sahabatnya ‘dari sepuluh rejeki, sembilan didapatkan dari berdagang, dan satu rejeki dari yang lain. Mungkin ini alasan mengapa nabi Muhammad saat itu mencari rejeki dengan berdagang.
Berdagang lebih dekat dengan kata memasarkan, menjual atau bahasa umumnya ‘marketing’. Tanpa disadari hampir semua orang melakukan ini, ‘berdagang’. Berdagang mempunyai cakupan yang lebih luas, bukan sekedar tukar menukar barang tapi juga jasa. Jasa kini pun merupakan produk pemasaran yang mengalami perkembangan pesat, contohnya ; jasa angkutan, jasa pengiriman barang (cargo), atau jasa konsultan.
Ilmu berdagang atau memasarkan pun semakin kompleks. Pakar-pakar pemasaran juga semakin berjamuran menjual jasa konsultasi pemasaran/the way of selling.
(more…)
Posted by serendipity55 under
nature Leave a Comment
Jika makassar dulunya dikenal dengan Celebes, Kalimantan timur dulunya tersohor dengan nama Borneo.
Tak bisa dipungkiri lagi kalau Borneo sejak dulu terkenal dengan kekayaan alamnya, mulai dari jaman keemasan ‘kayu’, kemudian minyak dan gas, dan saat ini tambang batubara. Tak heran jika perusahaan-perusahaan besar seperti Chevron, Total, termasuk local corporate ‘bapaknya’ minyak dan gas, Pertamina terus mengembangkan investasinya di wonderland ini.
Namun kita sadari bersama, kekayaan alam ini hanya terbatas. Saat jaman keemasan ‘kayu’, penebangan hutan disana-sini, perusahaan dengan ijin mengolah hasil hutan berjamuran, illegal lodging bukan suatu kriminalitas dimata public tapi hanya sebatas diatas kertas putih yang disebut peraturan.
Mengapa? Karna hampir semua elemen masyarakat mengambil keuntungan tanpa memperhatikan dampaknya. Dampak atau konsekuensi selalu terlihat jelas di kemudian hari.
Saat ini, banjir, erosi dan meluapnya air sungai merupakan agenda musibah tahunan di negeri ini. Hutan menjadi hal yang langka di Borneo kini. pembukaan lahan untuk pemukiman, illegal lodging, dan tambang batubara mempunyai peran yang besar dalam kerusakan alam ini
(more…)
Posted by serendipity55 under
springkling Leave a Comment
Apa Rp 12.000 per liter? sambil membelalakkan mata dan nyaris teriak, seorang wartawan Tribun Kaltim mengangkat kisah pribadinya menjadi angle dalam beritanya. Ia hampir tak percaya mendengar harga bensin yang melambung hingga 70 persen dari penjual bensin eceran.
Tak kalah sengitnya di tempat pengisian oli dan minyak resmi, pengendara bermotor baik roda dua maupun roda empat mengantri hingga 1 km lebih. Bahkan senin pagi kemarin antrian sudah panjang sejak subuh, tapi hingga jam 8 teng, pom pertamina itu belum juga buka. Fiuh cape deh….
(more…)
Posted by serendipity55 under
Caliph,
springkling Leave a Comment
saya menemukan kehadiran islam di barat tanpa kehadiran muslimin…dan saya tidak menemukan islam di timur dengan kehadiran muslimin
Itulah pernyataan Muhammad Abduh, seorang pemikir islam kontemporer. Ah, apa maksudnya? Kira-kira begini. Katakanlah barat adalah non islam dan timur adalah islam. Begitu mudahnya. Tapi kenapa abduh berkesimpulan demikian.
Bukankah di barat tidak banyak yang islam. Benar, tapi abduh ingin mengatakan bahwa orang barat bisa menjadi islami meski tak beragama islam dan orang islam belum tentu berperilaku islami.Misalnya orang barat senang hidup teratur. Bangun pagi, berangkat kerja tepat waktu. Orang barat juga tidak suka melanggar lampu lalu lintas. Orang barat juga tidak senang membuang sampah sembarang tempat. Bukankah bekerja rajin dan tidak mengkorupsi waktu itu islami? Bukankah mentaati rambu lalu lintas itu satu perbuatan yang islami? Bukankah hidup bersih dan menjaga kebersihan sebagian dari iman?Dan perlu diingat, mereka tidak beragama islam tapi berperilaku islami.
(more…)
Posted by serendipity55 under
Caliph [2] Comments
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Muhammad Saw, ‘ Ya Rasulullah, kepada siapakah kami harus berbakti?’. ‘Ibumu’ jawab Rasulullah. Lalu kepada siapakah kami berbakti? ‘Ibumu’ jawab Rasulullah. Masih dengan pertanyaan yang sama, Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama pula hingga tiga kalinya. Kemudian sahabat bertanya ke-empat kalinya, barulah rasulullah menjawab ‘ayahmu’.
Kita sudah terbiasa mendengar kata-kata ‘surga di bawah telapak kaki ibu’ tapi benarkah kita benar-benar telah berbakti kepada ibu. Ibu, kadang diri ini terlalu egois untuk mengatakan betapa berartinya ibu dalam kehidupanku.
(more…)
Posted by serendipity55 under
Caliph Leave a Comment
Bapak satu ini asli suka usil dan asal dalam karakter yang diperankannya. Apa kata dunia? Dia luar biasa, usil dan asalnya bukan sembarangan tapi punya nilai kreativitas seni yang tinggi. Dia humoris, blak-blakan dan sangat sederhana tapi cerdas dalam menggarap film-film yang bermutu.
Ditengah semakin surutnya pesan-pesan moral dan edukasi dalam perfilman. Deddy mizwar bangkit kembali dan kali ini mempunyai visi menjadikan film sebagai media dakwah. Beberapa film seri yang telah digarapnya seperti ‘kiamat sudah dekat’ dan ‘para pencari tuhan’ menunjukkan kepiawaian pemeran naga bonar ini dalam meramu pesan-pesan moral secara islami dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam scenario kehidupan sehari-hari yang sederhana namun syarat akan makna.
(more…)